Yudisium FIKES Ajak Mahasiswanya Menjadi Entrepreneur Tenaga Kesehatan di Era Industri 4.0

JAKARTA (UNAS) – Pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 saat ini, mempengaruhi setiap bidang pekerjaan. Di mana semua negara berlomba-lomba untuk bersaing dari segi sumber daya manusia yang kompeten. Fakultas Ilmu Kesehatan dalam Yudisium wisudawan yang mengakat tema “Membangun jiwa Entrepreneur Tenaga Kesehatan di Era 4.0” mengajak mahasiswanya untuk menjadi entrepeneur tenaga kesehatan yang mampu bersaing di era industri 4.0.

Yudisium yang diadakan pada Sabtu, 20 April ini memiliki peserta 333 wisudawan dari dua program studi,  Kebidanan dan Ilmu Keperawatan. Selain mengundang Alumni, FIKES juga mengadakan pagelaran busana Nusantara untuk memeriahkan hari Kartini yang masing-masing kelas mengirim satu perwakilan antara lain; baju adat Minang, Solo, Jogja,Kalimantan, Sumatra dan Pandeglang. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Retno Widowati, M.Si. menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yudisium. “Saya bangga dan senang saat ini bertemu dengan kalian yang mampu menyelesaikan masa studi,” paparnya.

Pada Yudisium, FIKES juga mengundang dr. H. Yus Yosep,S.kP, M.Si, M.sc, PhD untuk mengisi materi. Dalam materinya, Dokter Yosep mengajak para wisudawan untuk menjadi tenaga entrepenur, bersaing dengan Jepang dan negara lain. “kalau Jepang bisa mengimpor produk-produknya, ayo, Indonesia juga bisa mengimpor tenaga kebidanan dan keperawatannya,” terang Yosep.

Ia juga menambahkan jika wisuduwan juga harus jeli melihat peluang yang bisa mengahsilkan uang, “Kalian juga harus jeli dalam melihat peluang, seperti popok bayi, handuk bayi tidak ada orang-orang dari ilmu Kesehatan atau Keperawatan mempunyai pabriknya. Nah kalian harus bersaing dengan mereka,” imbuhnya. Sementara itu alumni FIKES Syarif Hidayat, Ns. Kep mengatakan, setelah lulus dari UNAS dan bekerja harus berani out of the box. “Setelah lulus dan mendapatkan pekerjaan, kalian harus berani untuk out of the box, yang di maksud out of the box ini adalah memahami setiap situaisi pekerjaan, supaya kalian bisa berkembang dan maju disetiap bidang pekerjaan,” sarannya dalam mengisi materi.

Ia melanjutkan bahawa selain out of the box, menurutya kunci utama sukses itu ada tiga. Yaitu, Planning, Attitude, Manner dan Berani. “ Kunci sukses itu ada tiga, yaitu planning, kamu harus mempunyai planning kedepan setelah lulus mau apa, mau jadi apa. Kedua attitue dan manner, kalian harus memiliki dua itu, orang sukses kalau tidak berattitute tidak bakal dilirik dan yang ketiga berani, kalian harus berani bertindak, out of the box. Jadi, kalau sudah merasa bosan dengan pekerjaan dan merasa tidak berkembang ya carilah pekerjaan yang lebih menantang,” lanjut Syarif.

Dalam prosesi akhir acara, Dekan FIKES juga menerima sumbangan yang di berikan oleh para alumni secara simbolis berupa satu paket alat peraga (Cardiopulmonary resuscitation) CPR dan satu set phantom lengan infus. (*TIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.