Jakarta, 30 Januari 2026 — Ujian OSCE Profesi Bidan Semester Ganjil 2025/2026 dilaksanakan pada 30 Januari 2026 di Laboratorium OSCE lantai 5 dan diikuti seluruh mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan. Ujian ini menjadi tahapan evaluasi kompetensi klinik untuk memastikan kesiapan lulusan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang aman, terstandar, dan profesional.
Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengukur kemampuan praktik klinik secara terstruktur dan objektif. Seluruh mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan semester ganjil tahun akademik 2025/2026 mengikuti ujian ini sebagai bagian dari persyaratan akademik sebelum menyelesaikan tahapan pendidikan profesi.
Pelaksanaan OSCE berlangsung di Laboratorium OSCE lantai 5 yang telah disiapkan dengan beberapa stasiun keterampilan. Setiap stasiun merepresentasikan kompetensi inti kebidanan, mulai dari pemeriksaan antenatal care, penanganan persalinan normal, konseling ibu nifas, hingga edukasi kesehatan reproduksi. Mahasiswa diuji secara bergilir dengan waktu yang telah ditentukan pada setiap stasiun.
Ketua Program Studi menyampaikan bahwa OSCE menjadi instrumen penting dalam memastikan standar mutu lulusan. “Ujian OSCE bukan sekadar evaluasi teknis, tetapi pengukuran menyeluruh terhadap keterampilan klinis, komunikasi terapeutik, serta kemampuan pengambilan keputusan mahasiswa dalam situasi simulasi,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, setiap peserta dinilai oleh penguji yang telah mendapatkan pembekalan khusus terkait standar penilaian. Sistem penilaian menggunakan checklist objektif untuk meminimalkan subjektivitas dan menjaga konsistensi antar penguji. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip evaluasi berbasis kompetensi yang menekankan transparansi dan akuntabilitas.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga diuji dalam aspek komunikasi, etika profesi, serta manajemen waktu. Dalam praktik kebidanan, ketepatan prosedur dan komunikasi efektif memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, skenario yang diberikan dirancang menyerupai kondisi klinik nyata.
Kegiatan ujian berlangsung tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Panitia akademik memastikan setiap stasiun berjalan sesuai standar operasional prosedur. Persiapan teknis dilakukan sejak pagi hari, termasuk pengecekan alat simulasi, instrumen penilaian, serta kesiapan penguji dan observer.
Mahasiswa tampak mengikuti setiap tahapan dengan serius dan penuh konsentrasi. Bagi mereka, OSCE menjadi momentum untuk menunjukkan kompetensi yang telah diperoleh selama praktik klinik dan pembelajaran teori. Ujian ini juga menjadi sarana refleksi terhadap kesiapan profesional sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pelayanan kesehatan.
Secara akademik, pelaksanaan OSCE semester ganjil ini menegaskan komitmen institusi dalam menjaga kualitas pendidikan profesi bidan. Evaluasi berbasis simulasi terstruktur memberikan gambaran objektif tentang capaian pembelajaran mahasiswa, sekaligus menjadi bahan evaluasi kurikulum.
Melalui pelaksanaan Ujian OSCE Profesi Bidan Semester Ganjil 2025/2026, institusi memastikan bahwa setiap calon bidan yang akan lulus telah memenuhi standar kompetensi klinik sesuai regulasi pendidikan kesehatan. Ujian ini tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan profesi yang berkelanjutan.


