Kuliah Pakar Kebidanan Bahas Self-Hypnosis untuk Persalinan Nyaman

Jakarta, 26 Januari 2026 — Kuliah Pakar Kebidanan bertajuk Self-Hypnosis for Easy Labour: Integrasi Asuhan Komplementer Kebidanan untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Kualitas Persalinan diselenggarakan secara hybrid di Ruang C.707 dan melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Bdn. Erie Tiawaningrum, S.Tr.Keb., MKM, dan diikuti mahasiswa sarjana, profesi, serta magister kebidanan sebagai bagian penguatan kompetensi klinis berbasis komplementer.

Kegiatan akademik ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa kebidanan mengenai pendekatan non-farmakologis dalam manajemen nyeri persalinan. Self-hypnosis diperkenalkan sebagai teknik relaksasi terstruktur yang dapat membantu ibu mengelola kecemasan, meningkatkan rasa kontrol diri, serta mendukung proses persalinan yang lebih nyaman.

Acara berlangsung di Ruang C.707 dengan sistem hybrid, memungkinkan partisipasi aktif mahasiswa baik secara luring maupun daring. Sejak awal sesi, narasumber memaparkan konsep dasar hipnosis dalam praktik kebidanan, dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme fisiologis bagaimana sugesti positif dan relaksasi dapat memengaruhi persepsi nyeri.

Menurut Bdn. Erie Tiawaningrum, S.Tr.Keb., MKM, self-hypnosis bukanlah praktik mistis, melainkan metode ilmiah berbasis psikologi yang telah banyak digunakan dalam manajemen nyeri. “Self-hypnosis membantu ibu memasuki kondisi relaksasi mendalam sehingga respons stres menurun. Ketika kecemasan berkurang, kontraksi dapat berlangsung lebih efektif,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, narasumber juga menjelaskan hubungan antara hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dengan intensitas nyeri persalinan. Ia menekankan bahwa intervensi komplementer seperti self-hypnosis dapat menjadi bagian dari asuhan kebidanan holistik, tanpa menggantikan prosedur medis standar.

Mahasiswa diajak memahami tahapan praktis penerapan teknik ini, mulai dari edukasi antenatal, penyusunan afirmasi positif, teknik pernapasan ritmis, hingga latihan relaksasi progresif. Simulasi singkat turut dilakukan untuk memberikan gambaran implementasi di ruang praktik.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kuliah pakar ini dirancang untuk menjembatani teori dan praktik. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengintegrasikan pendekatan komplementer secara rasional dan berbasis evidensi,” ujarnya.

Partisipasi mahasiswa dari tiga jenjang pendidikan menunjukkan komitmen institusi dalam membangun kesinambungan kompetensi akademik. Mahasiswa sarjana memperoleh penguatan konsep dasar, mahasiswa profesi memperdalam implementasi klinis, sementara mahasiswa magister meninjau peluang riset terkait efektivitas intervensi komplementer dalam kebidanan.

Diskusi interaktif menjadi bagian penting kegiatan. Sejumlah pertanyaan mengarah pada aspek etika, keamanan, serta batasan praktik self-hypnosis dalam pelayanan maternitas. Narasumber menegaskan bahwa setiap intervensi harus tetap mempertimbangkan kondisi klinis ibu dan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya komunikasi terapeutik dalam membangun kepercayaan ibu hamil. Self-hypnosis dinilai efektif apabila didahului edukasi yang jelas serta hubungan profesional yang suportif antara bidan dan klien.

Dari sisi akademik, kuliah pakar ini memperkuat capaian pembelajaran terkait asuhan kebidanan berbasis holistik dan promotif-preventif. Integrasi pendekatan komplementer dipandang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu yang semakin berorientasi pada kenyamanan dan pengalaman positif persalinan.

Institusi menilai kegiatan ini sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pembelajaran berbasis praktik terkini. Melalui forum ilmiah seperti ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif komprehensif dalam memberikan asuhan maternitas yang aman, nyaman, dan berpusat pada perempuan.

Sebagai tindak lanjut, program studi akan mendorong pengembangan modul pembelajaran serta peluang penelitian mahasiswa terkait self-hypnosis dalam kebidanan. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya literatur dan praktik kebidanan berbasis komplementer di Indonesia.

Kuliah Pakar Kebidanan ini menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran inovatif yang responsif terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat. (DA)

| Artikel Lainnya

Gambar WhatsApp 2025-11-27 pukul 16.47
The 3rd International Conference on Health Sciences 2025 Resmi Digelar, Angkat Isu Integrasi Teknologi dan Kesejahteraan Holistik
Jakarta, 13 November 2025 — Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES UNAS) sukses menyelenggarakan...
Read More
WhatsApp Image 2025-07-09 at 12.48
Benchmarking OSCE ke UNPAD, FIKES UNAS Siapkan Lulusan Ners Kompeten dan Berdaya Saing
Jatinangor, 17 Juni 2025 – Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas...
Read More
WhatsApp Image 2025-05-03 at 15.36
Program Residensi Internasional UNAS ke Jepang: Pengalaman Global untuk Mahasiswi Magister Kebidanan
Magister Kebidanan FIKES UNAS melaksanakan residensi ke Jepang untuk meningkatkan pengalaman global dan...
Read More