Yogyakarta, 8 Agustus 2025 – Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (UNAS) melakukan studi banding ke Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Jumat (8/8). Kunjungan ini bertujuan memperkuat pengembangan kurikulum, penjaminan mutu, pengelolaan laboratorium, hingga peluang kerja sama internasional.
Dalam sambutannya, pihak UNISA Yogyakarta menyampaikan berbagai praktik baik yang telah berjalan, mulai dari sistem penjaminan mutu, pengelolaan mahasiswa asing, hingga penguatan program magister dan profesi kebidanan.
Melalui Koordinator Kerjasama BKUI UNISA, Trihapsari Listyaningrum, S.ST.,M.H.Kes, UNISA menekankan pentingnya dokumen profil fakultas sebagai syarat pengajuan kerja sama dan publikasi di laman resmi. Salah satu bentuk kerja sama yang potensial adalah international assignment berupa visiting lecturer untuk meningkatkan rekognisi dosen secara nasional maupun internasional.
Penjaminan Mutu dan Akreditasi
UNISA telah memiliki asesor internal yang cukup banyak sehingga dapat mendampingi program studi dalam persiapan akreditasi. Mereka juga membagikan strategi bedah elemen kriteria akreditasi, termasuk kewajiban menyediakan dokumen pendukung dalam format daring. Penjaminan keselamatan mahasiswa, dosen, dan proses perkuliahan dijalankan melalui satgas khusus yang menggantikan peran komite etik, lengkap dengan rumah singgah aman untuk mengantisipasi kasus perampokan, perjokian, maupun tindakan asusila.
Selain itu, UNISA sudah mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education) sejak 2023 dan menilai capaian pembelajaran (CPL) melalui sistem terintegrasi. UNAS menilai, pengalaman ini menjadi referensi penting dan perlu didukung dengan pelatihan OBE lebih lanjut bersama pakar.
Laboratorium dan Teknologi
Salah satu poin menarik adalah pengelolaan laboratorium terpadu dengan sistem penjadwalan dan inventarisasi digital, sehingga tidak terjadi benturan antarprodi. Rasio praktik mahasiswa dijaga dengan ketentuan satu set alat untuk delapan mahasiswa. Bahkan, UNISA telah mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam praktik keperawatan.
Mahasiswa Asing dan Ekstrakurikuler
UNISA juga membagikan pengalaman dalam penerimaan mahasiswa asing, khususnya dari Timor Leste yang difasilitasi dengan kerja sama antar institusi. Dukungan diberikan mulai dari pengurusan visa, beasiswa, hingga peluang promosi melalui pameran pendidikan.
Di sisi lain, mahasiswa program magister diberi ruang untuk membina mahasiswa sarjana, sementara program residensi diarahkan pada publikasi ilmiah, praktik pemberdayaan masyarakat, hingga kesempatan belajar di luar negeri.
Program Lain yang Diterapkan
Beberapa inovasi lain yang dipaparkan UNISA meliputi:
- Student safety melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa profesi.
- Hibah PPKM untuk pengembangan SDM, kurikulum, dan media pembelajaran digital.
- Evaluasi penilaian CPL dengan instrumen standar universitas sejak 2021.
- Implementasi Recognition of Prior Learning (RPL) di jenjang sarjana dan magister.
- Skema bridging kompetensi antara sarjana dan profesi kebidanan.
Melalui studi banding ini, Prodi Kebidanan UNAS mendapatkan wawasan komprehensif mengenai tata kelola akademik, pengembangan kurikulum, hingga strategi penjaminan mutu yang telah diterapkan UNISA. Hasil kunjungan diharapkan menjadi referensi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan di UNAS, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas pada level nasional maupun internasional.
