Tingkatkan Derajat Kesehatan, Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Lakukan Asuhan Kebidanan Komunitas di Desa Situjaya, Kabupaten Garut

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas Stase Kebidanan Komunitas, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (Unas). Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini ialah Pariqa Annisa, Yuni Willyanti, Lenny Cresna Djami Hau, Theresia Kurnia Van, Eka Oktavia, Oktamita Dewi Purnamasari, Fadiyah S Ningsih, Susan Rahma, Elsa Safitri, dan Filla A Darsono.

 Jakarta – Menurut World Health Organization (WHO), Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. AKI menggambarkan jumlah wanita meninggal terkait gangguan kehamilan atau penanganannya, melahirkan, dan masa nifas. WHO juga menyebutkan, kematian ibu di kawasan Asia Tenggara menyumbang hampir sepertiga jumlah kematian ibu dan anak secara global.

Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran diri untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang mandiri dalam hidup sehat. Salah satu upayanya sebagaimana yang dikutip oleh Departemen Kesehatan, ialah mencegah, menyadari, dan mampu mengatasi permasalahan kesehatan.

Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan, Sri Dinengsih, S.SiT., M.Kes menyampaikan Bentuk peduli akan hal tersebut, mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Bidan telah melaksanakan praktik kebidanan komunitas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Praktik tersebut dilakukan di RT 01-02/RW 05 Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada 3-29 Mei 2021.” Jelas Dini.

Dilansir dari Profil Puskesmas tahun 2020, dari 10 desa yang menjadi Binaan Puskesmas, Desa Situjaya merupakan salah satu yang memilki cakupan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)-Keluarga Berencana (KB) yang tidak memenuhi target dalam kurun waktu 1 tahun.  Karena itu, praktik kebidanan komunitas penting untuk dilakukan di desa ini.

Berdasarkan laporan kegiatan, praktik kebidanan ini diawali dengan pendekatan melalui ketua RT 01-02/ RT 05, serta dilanjutkan dengan pendekatan kepada seluruh kader. Sebagai perwakilan warga, kader turun langsung ke kepanitiaan yang disusun dalam melakukan intervensi, serta memiliki peran penting dalam membantu memberikan informasi terkait kegiatan yang dilakukan selama satu bulan.

“Adapun proses kebidanan komunitas yang dilaksanakann mahasiswa meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi berdasarkan konsep community as partner. Metode yang dilakukan dengan menggunakan windshield survei, focus group discussion, observasi, wawancara, dan google form. Sementara dari hasil tersebut, terdapat lima masalah yang mayoritas dialami masyarakat meliputi anemia ringan, Kekurangan Energi Kronik (KEK), toga, keputihan, dan imunisasi”. Jelas Pembimbing Stase Kelompok Garut, Anni Suciawati, S.H,S.SiT,M.Kes, MH.

“Kegiatan yang dilakukan sebagai intervensi untuk masalah anemia ringan dan KEK ialah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil, pemberian tablet tambah darah, kelas ibu hamil minimal 4 kali, serta diadakannya grup sosial media untuk pemecahan masalah kesehatan.” Tambah Ani.

Intervensi masalah imunisasi sendiri, yakni penyuluhan mengenai masalah imunisasi, sedangkan intervensi masalah keputihan yakni penyuluhan mengenai masalah keputihan, penyebab keputihan pada remaja, serta bagaimana cara mengatasinya.

Dari hasil pengkajian tersebut, para mahasiswa berpendapat bahwa perlu adanya sosialisasi rutin kepada masyarakat terkait pengetahuan masalah kesehatan, baik secara langsung saat door to door atau saat posyandu dan posbindu. Ketua RW, RT, dan para kader juga dihimbau untuk bekerja sama dalam melaporkan masalah kesehatan serta mendukung promosi kesehatan, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, dalam kegiatan ini telah dilakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada 8 Mei 2021, serta diakhiri dengan pelaporan dan penutupan pada 29 Mei 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan pada masyarakat mengenai permasalahan yang terjadi pada dirinya, serta mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan praktik kerja yang diadakan mahasiswa kebidanan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan pembelajaran serta pengalaman kepada mahasiswa kebidanan untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat, dan memberikan pelayanan asuhan kebidanan berdasarkan masalah yang ditemukan. “Di sisi lain, mahasiswa juga dapat mempraktikkan ilmu selama di bangku perkuliahan, serta mengembangkan ilmu tersebut hingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.” Tambah Dini, Kaprodi dan juga sebagai Pembimbing Stase Komunitas Kelompok Garut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.